saya anak ilkom.
huah. sumpah. saya anak ilkom.
dan baru bener2 nyadar kalo saya adalah anak ilkom di semester 3 ini. (kemana aja bu?)
heu. kalo boleh jujur di tingkat 1 saya ga terlalu serius kuliah. lebih banyak ngikut aja, tanpa dirasain.
baru tersadar setelah dapet nilai C di matkul Alpro1. “C” just mean, Come on dm..!!!
ini adalah tempat kamu merajut masa depan. mau ga mau. suka ga suka. dm adalah mahasiswa ilmu komputer UPI. *maha-nya itu loh.. berat*
dan ngomong2 soal “ilmu komputer UPI”, heu, itu harusx “ilmu komputer FPMIPA UPI”.. tapi mungkin ga akan ada yang peduli dengan hierarki penulisanx. toh pada kenyataanx, ilkom terusir dari gedung FPMIPA.
oh, itu cerita lama. sebagai prodi yang baru mau menginjak tahun ke-4, ilkom belum punya gedung sendiri. walopun resminya masuk ke FPMIPA, tapi tidak ada tempat buat kami di sana.
gedung FPMIPA a.k.a gedung JICA adalah salah satu gedung favorit saya. seingat saya, dulu saat ibu saya kuliah S2 di UPI, gedung ini masih dalam proses pembangunan. sekitar 7 tahun yang lalu. ibu saya pernah bercerita kalo gedung ini hibah dari Jepang. Semua-muanya orang Jepang yang ngurus, orang Indonesia nya cuma jadi kuli bangunanx aja. kata Pak Yudi, dosen Basis Data, Jepang kapok dengan masalah korupsi di Indonesia. dan sumpah. gedung ini superduperkeren.
balik lagi ke masalah usir-usiran. kami kemudian berubah nama menjadi “ilmu komputer FP-PERPUS UPI”. yah, perpus lt.4 jadi markas baru ilkom. mulanya keberatan, terbiasa dimanjakan dengan JICA yang memang fasilitasnya lebih baik. kalo di JICA bisa naik lift sampai ber-15 orang, di perpus hanya muat sekitar 6 orang, itu juga harus dengan trik2 khusus biar si lift ngga bunyi gara2 overload. dan lift perpus sangat menginspirasi buat dijadiin ide film horror, apalagi suaranya yang gak kalah sama ratapan kuntilanak (kaya yang tau kuntilanak aja, ahahaha..)
dan kami mulai terbiasa dengan rutinitas di perpus. antara tangga menuju lantai 4 dan mengantri lift yang berdenyit-denyit. semuanya mulai terasa baik-baik saja. sangat baik. sampai kami mendapat kabar bahwa episode usir-usiran masih akan ada sekuelx..
FPOK lama.
seorang teman saya bilang, gedung FPOK lama kaya kandang tikus. hmmm. entah.
kami akan segera terusir dari Perpus ke gedung FPOK lama. menurut saya pribadi, ini hal yang sangat mengerikan. walaupun nanti di FPOK lama tidak akan ada lagi suara ratapan lift seperti di perpus, tetap saja mengerikan.
dan saya, dan smua tmn2 di ilkom juga, sudah dapat dipastikan keberatan dengan tambahan adegan pengusiran di film dokumenter ilkom kami ini.
tiba2 merasa diperlakukan tidak adil oleh UPI, mengingat SPP kami termasuk salah satu yang paling tinggi. kami layak mendapatkan fasilitas yang lebih baik.
tapi, ya sudahlah. menurut kabar, FPOK lama akan diperbaiki dulu sebelum kami tempati. mudah2an saja.
saya teringat pesan Pa Wawan, kaprodi pendilkom, waktu acara temu prodi kemarin. Beliau bilang kita harus kembali lagi ke semangat awal waktu ilkom berdiri dulu. ilkom UI juga tidak tiba-tiba bagus, informatika-ITB juga. maka kami juga.
iya sih, dipikir2 juga ga guna ngehina-hina FPOK lama lama-lama. suatu hari nanti ini pasti akan jadi cerita yang indah dari bagian sejarah hidup ilkom. bahwa kami tetap menjadi mahasiswa-mahasiswa yang bersemangat untuk menjadi ahli komputer, apapun kondisix.
sekecewa apapun, ayo bangkit teman.
jadi nama kami sekarang, Ilmu komputer FPOK UPI.
FPOK. Fakultas Pendidikan Oooh.. Komputer.
(kata vina pas temu prodi..)